Hard Computing

Dalam artikel ini penulis sangat sukar mencari istilah dasar untuk mendefinisikan apa itu hard computing, namun setelah memahami definisi soft computing, yang merupakan kebalikan dari hard computing dan saat ini lebih popular, penulis mulai memahami arti dari hard computing ini.

Pada penulisan saya sebelumnya tentang soft computing, dijelaskan bahwa soft computing merupakan metode yang dapat mengolah data-data yang bersifat tidak pasti, impresisi dan dapat diimplementasikan dengan biaya yang murah (low-cost solution). Dan intinya adalah soft computing sebagai salah satu bidang komputasi yang menggunakan solusi non-eksak untuk memecahkan perhitungan yang sangat kompleks seperti identifikasi DNA dalam bidang biologi, atau penemuan bintang dalam bidang astronomi.

Pada dasarnya teknik dalam ilmu soft computing dikembangkan dari teknik hard computing, sebenarnya perbedaan antara hard computing dengan soft computing adalah dimana cara penyelesaiannya. Dimana apabila hard computing cara penyelesaiannya masih menggunakan metode komputerisasi secara kovensional atau boleh dibilang tradisional

Berbeda dengan soft computing, hard computing menggunakan metode eksak untuk memecahkan masalah komputasi. Metode eksak disini adalah algoritma statis yang hasilnya harus selalu sama dengan prediksi yang dilakukan manusia sebelumnya, jika tidak maka algoritma tersebut dianggap gagal. Jadi metode hard computing ini dapat bekerja dengan baik yang memiliki kepastian, keakuratan maupun kebenaran parsial pada data yang diolah.

Iklan

Mobile Computing (J2ME)

Mobile computing adalah kemampuan teknologi untuk menghadapi perpindahan/pergerakan manusia dalam penggunaan komputer secara praktis (basic definition).

Dalam mobile computing terdapat banyak tools yang dapat digunakan, seperti :

1. Java ME, popular untuk game

2. Symbian, general purpose

3. Android berbasis Linux

4. IPhone pada Mac OS X

5. dan lain sebagainnya

Tapi dalam artikel kali ini, saya akan coba membagi informasi tentang Java ME (atau yang lebih kita kenal di kuping J2ME)

J2ME (Java 2 Micro Edition) adalah bahasa pemrogram dari java yang khusus berjalan dalam lingkungan mobile. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari  gambar berikut:

Baca entri selengkapnya »

Soft Computing (neural network)

Dalam penulisan sebelumnya saya mencoba menjelaskan tentang metode-metode yang terdapat didalam soft computing (fuzzy logic). Dan sekarang saya akan meneruskan penulisan tentang metode softcomputing saya untuk metode-metode yang lainnya.

Neural Networks (NN)

Neural Networks (Jaringan Saraf Tiruan) menurut Haykin didefinisikan sebagai berikut :

“Sebuah neural network (JST: Jaringan Saraf Tiruan) adalah prosesor yang terdistribusi paralel, terbuat dari unit-unit yang sederhana, dan memiliki kemampuan untuk menyimpan pengetahuan yang diperoleh secara eksperimental dan siap pakai untuk berbagai tujuan. Neural network ini meniru otak manusia dari sudut :

1.   Pengetahuan diperoleh oleh network dari lingkungan, melalui suatu proses pembelajaran
2.   Kekuatan koneksi antar unit yang disebut synaptic weights, berfungsi untuk menyimpan pengetahuan yang telah diperolah jaringan itu

Gambar McCulloch & Pitss neuron model

Gambar model neuron diatas memperlihatkan bahwa sebuah neuron memiliki tiga komponen:
synapse (w1 , w2 ,…,wn) T
alat penambah (adder)
fungsi aktifasi (f)

Berdasarkan arsitekturnya, neural network dapat dikategorikan, antara lain, single-layer neural network, multilayer neural network, recurrent neural network dan sebagainya. Berbagai algoritma pembelajaran antara lain Hebb’s law, Delta rule, Backpropagation algorithm, Self Organizing Feature Map, dan sebagainya.

Dewasa ini, neural network telah diaplikasikan di berbagai bidang. Hal ini dikarenakan neural network memiliki kelebihan-kelebihan sebagai berikut :

1. Dapat memecahkan problema non-linear yang umum dijumpai di aplikasi
2. Kemampuan memberikan jawaban terhadap pattern yang belum pernah dipelajari (generalization)
3. Dapat secara otomatis mempelajari data numerik yang diajarkan pada jaringan tersebut

Soft Computing (fuzzy logic)

Softcomputing merupakan metode yang dapat mengolah data-data yang bersifat tidak pasti, impresisi dan dapat diimplementasikan dengan biaya yang murah (low-cost solution). Beberapa metode yang termasuk dalam kategori softcomputing misalnya fuzzy logic, artificial neural network, probabilistyc reasoning.

Melihat dari definisi yang diberikan oleh Zadeh, metode-metode dalam softcomputing dapat dikategorikan ke dalam tiga kategori besar:
– Fuzzy Logic (FL)
– Neural Network Theory (NN)
– Probabilistic Reasoning (PR)

Dibawah ini saya akan menjelaskan setiap kategori dari metode-metode softcomputing di atas, dan metode-metode ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru diadakan setelah konsep softcomputing dirumuskan. Yang terjadi justru sebaliknya. Metode-metode Fuzzy Logic, Neural Network maupun Probabilistic Reasoning telah ada lebih dahulu. : Baca entri selengkapnya »

Dinamika lagu

Seperti pada istilah dinamo, dinamit, dan dinamika, juga pada istilah “dinamik lagu” terdapat pengertian kekuatan. Maksudnya pada saat bernyanyi atau memainkan musik, sebaiknya juga memperhatikan kekuatan setiap nada. Mungkin pada bagian tertentu perlu
dinyanyikan / dimainkan dengan kuat dan pada bagian yang lain dinyanyikan / dimainkan dengan lebih lembut.

Keras lembutnya lagu disebut dinamik lagu. Dinamik lagu ditentukan oleh beberapa faktor. Satu di antaranya adalah istilah dinamik. Istilah dinamik ini berupa huruf-huruf singkatan. Jika berupa gambar disebut sebagai tanda dinamik. Istilah dinamik diambil dari bahasa Italia. Dan ini berlaku di mana saja. Pada dasarnya ada dua istilah pokok, yaitu forte yang berarti kuat dan piano yang berarti
lembut. Forte disingkat menjadi f sedangkan piano disingkat menjadi p. Singkatan ini selalu ditulis dalam huruf kecil. Kemudian mengenai kuat dan lembut ini ada tingkatannya.

Lengkapnya sebagai berikut : Baca entri selengkapnya »

Tangga Nada Cromatics

Kumpulan dari semua nada dalam musik disebut sebagai Tangga Nada Kromatik , sebuah nama berasal dari bahasa Yunani : chroma, yang artinya warna. Dalam hal ini tangga nada kromatik berarti “nada dari tiap warna”.  Sama seperti warna cahaya menyatakan frekuensi yang berbeda-beda maka demikian juga dengan nada.
Karena nada selalu berulang untuk tiap oktaf yang ada, maka istilah ‘tangga nada kromatik’ sering dipakai untuk ke-12 nada dari tiap oktaf.

Baca entri selengkapnya »

Tangga nada minor

Tangga nada ini berbeda dengan tangga nada mayor, baik dari sisi susunannya, maupun dari ‘nada’ yang dihasilkan.

Dan urutan jarak nadanya adalah sebagai berikut :

1 – ½ – 1 – 1 – ½ – 1 – 1

Pada susunan tangga nada ini terdapat kelemahan/kejanggalan, yaitu jarak nada ke – 7 dengan nada ke – 8 berjarak satu nada penuh. Hal ini  terdengar agak janggal, dikarenakan untuk mendekati nada terakhir kita mengharapkan kesan perpindahan yang bertahap (berjarak ½ nada). Dengan alasan ini maka kita perlu menaikkan nada ke – 7 sehingga jaraknya dengan nada ke – 8 menjadi ½ nada.

Sehingga susunan nadanya menjadi sebagai berikut :

Baca entri selengkapnya »

Teori Music-Tangga nada mayor

Sebelum kita masuk ke dalam teori musik yang  tangga nada minor, kita terlebih dahulu mempelajari tangga nada mayor yang rumusnya adalah:

1 – 1 – ½ – 1 – 1 – 1 – ½

Dan ini merupakan rumus untuk nada diatonis mayor.

Di sini kita menggunakan susunan tangga nada C mayor, dan kita lihat tidak ada yang harus dirubah (diturunkan/dinaikkan) sehingga dapat dikatakan tangga nada C mayor menggunakan tanda kunci netral yaitu tanpa tanda kruis dan mol.

C – D – E – F – G – A – B – C

Baca entri selengkapnya »